Ayo Jadikan Rumah Kita ‘Rumah Ramah Burung’

rumah-ramah-burung
Burung Cabai, salah satu jenis burung yang sering dijumpai di sekitar rumah

Pada akhir September 2018 lalu, saya menemani pasangan pengamat burung asal kota Kupang, ibu Sandy Gayasih dan pak Paulus Sianto, melakukan pengamatan burung selama dua hari di sekitar kota Ruteng. Saat itu mereka sedang menghadiri acara keluarga di Ruteng dan meluangkan waktu selama dua hari untuk menikmati pesona burung di Ruteng. Di sela – sela pengamatan, mereka berdua bercerita tentang burung – burung di rumah mereka di Kupang. Bukan burung yang mereka kurung dalam sangkar, melainkan burung yang hidup liar di sekitar rumah mereka.

Wadah air tempat khusus burung di halaman rumah ibu Sandy dan pak Paul

Burung – burung di sana setiap hari datang ke halaman rumah mereka untuk menikmati air segar yang sengaja dibiarkan menetes di atas wadah khusus, sekaligus sebagai dekorasi taman.  Di tengah panas dan gersangnya kota Kupang, burung – burung di sekitar rumah mereka menghabiskan waktu di siang yang terik untuk bermain – main dan minum air di wadah yang diletakkan di tepi taman, dekat pagar. Jenisnya bisa mencapai belasan. Jumlah mereka akan bertambah banyak di musim kemarau.

Dari foto – foto yang ditunjukkan ke saya , tampak burung – burung itu merasa tidak terganggu bermain – main di sana. Ibu Sandy dan Pak Paul juga telah mengingatkan kepada seisi rumah dan para karyawan yang bekerja pada mereka agar tidak mengganggu burung – burung itu. Keberadaan burung – burung ini bukan saja menarik untuk diamati mata, tetapi memberikan efek ketenangan dan kesejukan pada seisi rumah. Burung – burung ini telah membuat rumah mereka menjadi rumah yang asyik untuk menghabiskan waktu liburan dan melepas penat.

Kisah ibu Sandy dan pak Paul sontak menginspirasi saya unutk menjadikan tempat tinggal kami juga sebagai rumah ramah burung. Tinggal di Ruteng yang dingin dan sejuk, ide seperti yang dibuat oleh ibu Sandy dan pak Paul di Kupang jelas tidak bisa diterapkan di sini. Air mungkin bukan sesuatu yang sangat menarik bagi burung – burung di sini. Tetapi menjadikan rumah sebagai rumah ramah burung tentu saja layak untuk diperjuangkan. Lalu bagaiman caranya? Berikut beberapa tips sederhana untuk yang benar – benar berniat menjadikan tempat tinggalnya ramah bagi burung.

Pastikan seisi rumah bukan merupakan pemburu burung dan satwa liar

Burung Isap Madu Indonesia sedang asyik meminum air / foto: Ibu Sandy

Menjadikan rumah kita sebagai ‘Rumah Ramah Burung’ sudah tentu harus dimulai dari prilaku warga dalam rumah. Pastikan bahwa seluruh isi rumah bukan pemburu burung dan satwa liar lainnya. Jika masih ada satu orang yang melakukan itu, berusahalah untuk membuatnya sadar pada kekeliruannya. Perilaku anak – anak yang begitu gampang melemparkan batu pada burung – burung yang mendekat hanya untuk bersenang – senang juga harus dihentikan. Jauhkan mereka dari berbagai jenis peralatan berburu seperti ketapel dan senapan angin. Ajari mereka mencitai alam dengan cara yang sederhana.

Pekarangan dan halaman rumah kita tidak dibeton seluruhnya

Burung – burung tidak akan berkeliaran bebas di atas hamparan beton. Jika mereka turun ke tanah, mereka berniat mendapatkan sesuatu di sana entah biji – bijian atau serangga – serangga kecil dan ulat di tanah. Pastikan bahwa rumah kita memiliki hamparan tanah yang tidak ditutupi beton. Selain sebagai tempat untuk tumbuhnya rumput – rumput, juga tempat burung – burung mencari makan dan bermain.

Membiarkan rumah kita selalu tenang dan jauh dari suara – suara yang menggelegar

Burung menyukai suasana yang tenang. Jika ingin mereka datang mendekat ke tempat tinggal kita, pastika bahwa rumah kita dalam kondisi tenang. Tidak membunyikan musik dan elektonik lainnya dengan suara yang menggelegar. Selain demi kenyamanan para burung, suasana yang tenang juga merupakan kebutuhan kita penghuni rumah agar terlepas dari stress dan rasa penat.

Menanam beberapa jenis pohon dan bunga

Godaan terbesar bagi burung adalah pohon. Mereka akan menggunakan pohon untuk bertengger, bersarang dan mendapatkan makanan. Demi mendapatkan kunjungan yang beragam, sebaiknya kita menanam beberapa jenis pohon berbeda dengan fungsi masing – masing.

Meliphaga dada Lurik di pohon Dadap/foto: Ibu Sandy

Tanamlah pohon berbuah, berbunga dan rimbun di sekitar rumah kita. Jangan terlalu mepet ke tembok rumah, agar burung – burung yang hinggap ke sana tidak terkejut dan manjauh saat ada suara – suara atau aktifitas yang intens di dalam rumah. Beberapa pohon yang disarankan adalah jenis Akasia untuk menyediakan madu bagi burung, pohon Talok/ Kersen dan Murbey untuk jenis buah kecil, Pisang, Alpukad dan Mangga untuk jenis buah besar. Jika beruntung dan burung – burung telah merasa benar – benar aman, mereka akan bersarang di dahan – dahan pohon itu. Juga menanam beberapa jenis bunga penyedia madu.

Menyediakan wadah air khusus di luar rumah

Jika kita tinggal di tempat yang kering, jauh dari sumber air atau di kawasan pesisir, ide meletakkan wadah air di luar rumah kita adalah ide yang brilian. Mereka akan datang untuk meminum air dan bermain – main di kala panas. Wadah air bisa berupa kolam kecil atau sebuah wdah penampung air yang didesign sealami mungkin agar burung – burung merasa nyaman berada di sana. Jangan lupa memanam beberapa jenis bunga dan pohon di sekitar air, sebagai tempat mereka bertengger sebelum dan sesudah menikmati kesejukan air.

Bondol kepala pucat sedang bertengger di wadah air / foto: ibu Sandy

Jangan membuang sampah di sembarang tempat

Burung tidak menyukai sampah khusunya sampah unorganik. Rumah yang dikelilingi sampah unorganik tidak akan didekati burung – burung. Buang sampah pada tempatnya dan buat halaman dan pekarangan rumah kita bebas dari sampah unorganik.

Siapkan Buku / Lembar Panduan Jenis – Jenis Burung

Buku panduan atau gambar – gambar burung beserta namanya, akan sangat membantu kita mengidentifikasi burung apa saja yang ada di sekitar rumah kita. Ini akan menjadi hal yang sangat menarik bagi kita dan anak – anak di dalam rumah. Ketika burung – burung sudah mulai bertengger dan bermain di sekitar rumah, maka rumah kita akan

menjadi tempat berlibur yang menyenangkan. Kita bisa mengamati perilaku burung yang lucu dan menghitung jumlah mereka menurut jenisnya. Pegamatan secara terus – menerus akan membawa kita pada pengetahuan yang lebih mendalam dan detail tentang burung dan sifat – sifatnya masing – masing.

Sediakan Papan Identifikasi

Papan identifikasi bisa berupa bahan bekas yang dicat putih dan digantung di dekat jendela, dekat dengan pohon atau bunga di mana burung – burung biasa bermain. Sediakan juga marker atau pensil untuk mencatat burung – burung yang diidentifikasi.

Silahkan menghubungi saya untuk membantu beberapa hal yang dibutuhkan seperti lembar panduan sederhana, papan identifikasi, foto – foto burung dan bantuan lainnya. Saya menyediakan lembar panduan secara gratis , sedangkan foto – foto burung, silahkan membayar biaya cetak atau bisa mencetaknya sendiri. Bagi yang membutuhkan, saya menyediakan sticker “Rumah Ramah Burung” untuk ditempel di rumah masing – masing sebagai pengingat dan juga penghargaan atas apa yang kita buat.

HP: 082340865422

Selamat mencoba. Mari kita mulai mencintai bumi dari halaman rumah kita! Jadilah rumah kita “Rumah Ramah Burung”

Please follow and like us:
error0

2 Komentar

Tinggalkan Balasan ke siti sutedjo Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*