Burung – Burung Penghuni Hutan Danau Ranamese, Flores

Anis Nusa Tenggara
Anis Nusa Tenggara

Sebagai seorang birding guide yang tinggal di Ruteng – Flores, hutan danau Ranamese adalah spot yang wajib saya kunjungi setiap kali melakukan aktifitas pengamatan burung (birding) di Ruteng, baik sebagai hobi dan pelepas penat maupun saat memandu para birder yang mengunjungi Flores. Di sini saya ingin mengulas hutan danau Ranamese khusus untuk para pengamat dan fotografer burung.

Danau Ranamese adalah salah satu potensi alam utama dalam kawasan hutan Taman Wisata Alam (TWA) Ruteng. Letaknya di 26 km sebelah timur kota Ruteng, persis di tepi jalan nasional trans Flores. Kemudahan dalam mencapai danau seluas 5 hektar ini membuat siapapun bisa mengunjunginya, baik dengan mengendarai sepeda motor, mobil pribadi maupun kendaraan umum yang melintas menuju ke arah timur Flores. Ketinggian kawasan ini dari 1.220 mdpl hingga 2.390 mdpl.

Kawasan danau Ranamese terdiri dari hutan hujan tropis dengan karakteristik hutan berkanopi, semak yang padat dan kawasan basah di sekitar danau. Dengan struktur habitat demikian, maka keanekaragaman burung di kawasan ini tidak perlu lagi dipertanyakan.

Danau-Ranamese-Flores
Danau Ranamese – Flores

Mengunjungi Ranamese, sebaiknya dilakukan pada pagi – pagi buta saat hari masih gelap. Hal ini dilakukan demi kesempatan terbaik untuk bertemu salah satu penghuni hutan Ranamese, yakni Celepuk Flores (Otus alfredi). Selain Celepuk Flores, di sekitar danau juga bisa dijumpai jenis Celepuk Wallacea (Otus silvicola).  Untuk itu, perjalanan dari Ruteng sebaiknya dimulai pukul 03:30 pagi dengan perkiraan tiba di Ranamese pada sekitar pukul 4 pagi. Pada jam – jam ini, Celepuk Flores dan Celepuk Wallacea akan intens bersuara karena sedang menuju tempat bersarang. Kedua celepuk ini bisa ditemui di hutan sepanjang jalan dari Bealaing hingga tepi danau Ranamese.

Bagi yang mau berusaha lebih sabar mengikuti arah suara celepuk itu pergi dan berhenti, akan memiliki kesempatan untuk melihat kedua celepuk di saat terang. Celepuk Flores memiliki kebiasaan bertengger di dahan rendah dengan kepadatan tinggi. Sedangkan celepuk Wallacea biasa bertengger di dahan tinggi atau di lubang pohon.

Sikatan Bodoh di Ranamese

Saat hari mulai remang menuju terang, kicauan burung – burung lain satu per satu akan terdengar memecah pagi. Jenis – jenis yang berkicau dini antara lain Cekakak Tunggir Putih / White Rumped Kingfisher (Caridonax fulgidus), Paok Laus / Elegant Pitta (Pitta elegans), Berencet kerdil / Pygmy Cupwing or Pygmy wren-babbler (Pnoepyga pusilla) dan Anis Nusa Tenggara / Chestnut-backed Thrush (Geokichla dohertyi).

Semakin lama, saat matahari mulai menyentuh kawasan ini, jumlah burung yang berkicau semakin bertambah. Sang jawara kicau di tempat ini yakni Kancilan Flores / Bare-throated Whistler (Pachycephala nudigula), akan mendominasi kicauan. Dari pengamatan saya, saat – saat seperti ini kita bisa berada sedekat mungkin dengan sang burung yang pandai meniru suara dan bunyi ini.

Cikrak Flores
Cikrak Flores

Dari hutan – hutan di tepi jalan raya, pengamatan bisa dilakukan dengan mengintari danau. Jarak tempuhnya sekitar 1,5 km. Dengan mengitari danau, kita bisa mengamati burung – burung air seperti Tikusan alis-putih / White-browed Crake (Porzana cinerea), Mandar padi kalung-kuning (Gallirallus philippensis), Koreo Padi / White-breasted Waterhen (Amaurornis phoenicurus).

Bagi yang ingin menikmati birding santai di sekitar danau Ranamese, ada pilihan untuk melakukan pengamatan di kawasan kantor dan penginapan milik BKSDA NTT Bidang Wilayah II Ruteng. Sambil duduk di bangku – bangku di bawah pohon atau berjalan – jalan di sekitar komplek penginapan hingga tepi danau, kita bisa dengan mudah bertemu dengan burung – burung di lantai hutan dan bertengger di dahan – dahan rendah  seperti Tesia Timor / Russet-capped Tesia (Tesia everetti), hingga burung yang biasa hinggap dahan tinggi pohon Sengon Laut (Albizia chinensis) seperti Sepah Kerdil / Flores Minivet (Pericrocotus lansbergei).

Dalam sekali kunjungan ke kawasan danau Ranamese denga durasi pengamatan antara 5 – 8 jam, kita bisa membukukan 30 – 60 spesies burung termasuk sekurang – kurangnya 5 spesies endemik pulau Flores. Spesies endemik ini antara lain; Celepuk Flores (Otus alfredi), Cingcoang Flores (Brachypteryx floris), Cikrak Flores (Seicercus floris), Serindit Flores (Loriculus flosculus) dan Sikatan Flores (Cyornis oscillans). 

Jenis – jenis burung yang akan kita temui di kawasan hutan Danau Ranamese antara lain:

IndonesiaEnglishScientific Name
Elang BonelliBonelli's EagleAquila fasciata
Caladi TilikSunda WoodpeckerYungipicus moluccensis
Isap Madu topi sisikSunda HoneyeaterLichmera lombokia
Sepah kerdilFlores MinivetPericrocotus lansbergei
Kepudang Sungu SumbaPale-shouldered CicadabirdEdolisoma dohertyi
Sikatan Kepala AbuGray-headed Canary-FlycatcherCulicicapa ceylonensis
Gelatik WingkoCinereous TitParus cinereus
Cikrak Daun FloresFlores Leaf WarblerSeicercus floris
Tesia TimorRusset-capped TesiaTesia everetti
Cinenen gunungMountain TailorbirdPhyllergates cucullatus
Kipasan FloresBrown-capped FantailRhipidura diluta
Madu MatariFlame-breasted SunbirdCinnyris solaris
Sikatan FloresFlores Jungle-FlycatcherCyornis oscillans
Cabai EmasGolden-rumped FlowerpeckerDicaeum annae
Itik AlisPacific Black DuckAnas superciliosa
Ayam Hutan HijauGreen JunglefowlGallus varius
Pergam punggung-hitamDark-backed Imperial-PigeonDucula lacernulata
Walet NusatenggaraTenggara SwiftletCollocalia sumbawae
Kancilan NusatenggaraRusty-breasted WhistlerPachycephala fulvotincta

Untuk melihat data burung di Danau Ranamese silahkan cek di sini.

Tantangan

Meski kawasan hutan danau Ranamese merupakan kawasan lindung di bawah BBKSDA NTT, ancaman terhadap kehidupan satwa liar lebih khususnya burung, terus saja ada. Perusakan habitat oleh penebangan hutan secara terus – menerus mempersempit habitat burung serta menggangu keberadaan mereka. Perburuan juga masih terjadi hampir setiap hari. Akses yang mudah membuat pemburu dengan leluasa mengeksplor kawasan hutan bahkan di malam hari. Penampakan orang yang menenteng senapan angin di dalam kawasan hutan bukan lagi hal yang mengejutkan.

Mengingat potensinya yang begitu besar sejalan dengan tantangan yang juga besar maka upaya perlindungan kawasan ini dari aktifitas yang merugikan, merupakan hal yang sangat mendesak. Selain pemerintah sendiri yakni pihak BKSDA NTT, Wil. II Ruteng, kepedulian masyarakat di sekitar kawasan untuk ikut menjaga kawasan hutan dari perusakan, sangat dibutuhkan sesegera mungkin. Aktifitas pengamatan burung di kawasan ini juga akan ikut menyadarkan masyarakat, bahwa keberadaan burung – burung di Ranamese bukan hal yang dipandang biasa. Potensi ini merupakan salah satu daya tarik utama wisata di kawasan ini.

Please follow and like us:
error0

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*