Danau Lotus Raksasa Flores; Satu Lagi Keajaiban Alam Yang Belum Terjamah

Lotus Raksasa Flores
Lotus Raksasa Flores

“Flores, seperti lembar – lembar kitab kuno yang terkunci dalam waktu yang teramat panjang. Selalu ada misteri yang tersimpan rapi dan waktu membukanya satu per satu.”

Rabu, 3 Mei 2017, tim Flores Bird Watching melakukan perjalanan sehari menuju kawasan pesisir utara Flores. Kawasan ini merupakan kawasan yang masih sulit diakses karena jalur transportasi yang masih buruk. Minimnya akses ke wilayah ini membuat potensi pariwisatanya belum terjamah.

Perjalanan dimulai saat subuh dari Ruteng, ibukota kabupaten Manggarai menuju ke utara. Jalan yang kami lalui merupakan salah satu jalan utama tertua di Flores. Perhentian pertama kami adalah hutan di wilayah Gapong (30 km dari Ruteng).

Matahari belum nampak di celah – celah perbukitan. Kami menyusuri tepi hutan di sepanjang jarak 2 km untuk memotret burung – burung eksotis yang mendiami wilayah itu.

Dua jam, kami mengadu keberuntungan dan beberapa burung telah berhasil mengisi memori kamera kami masing – masing. Meski belum maksimal karena waktu yang terbatas, namun penjelajahan singkat pagi itu memberikan gambaran yang cukup bagi kami akan potensi wisata pengamatan burung di kawasan itu.

Perjalanan kami lanjutkan menuju Reo, sebuah kota kecamatan di pesisir utara kabupaten Manggarai. 2 km sebelum memasuki kota, kami berhenti sejenak mengisi perut dengan sarapan nasi bambu bakar. Ini adalah oleh – oleh khas dari Reo selain ikan Cara. Tentang keduanya akan saya ceritakan di bagian yang lain.

Reo adalah ibukota kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai; sebuah kota pesisir di tepi sungai Wae Pesi yang berbatasan langsung dengan kabupaten Manggarai Timur. Di masa silam, Reo merupakan jalur transportasi yang sangat vital bagi pulau Flores. Denyut nadi perekonomian di Flores bagian barat bergantung pada keberadaan kota kecil ini. Pelabuhan laut Kedindi adalah gerbang masuk ke Pulau Flores dari arah barat dan utara. Melalui pelabuhan ini, hubungan antara Flores, Nusa Tenggara Barat dan Sulawesi terjalin. Jadi jangan heran jika sebagian masyarakat di kota ini menggunakan bahasa campuran antara Bajo, Bima dan Manggarai. Seiring waktu, terutama setelah era 90-an, semakin banyak pelabuhan baru dibangun di Flores. Salah satunya adalah pelabuhan tersibuk saat ini, yakni Labuan Bajo. Keberadaan pelabuhan Labuan Bajo membuat Reo tidak lagi menjadi pilihan. Satu – satunya fasilitas vital yang tersisa hingga saat ini adalah pusat distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) untuk kawasan Flores Barat.

Meski kota ini mengalami pertumbuhan lamban akibat beralih dan menyebarnya alur transportasi dari dan ke Flores, tetapi keindahan alamnya yang menakjubkan serta masih asri dan tak terjamah menguncupkan harapan bahwa kota ini akan bangkit kembali di masa depan sebagai kota wisata.

Dari Reo, perjalanan kami lanjutkan menyusuri pesisir utara ke arah timur dari Reo menuju Pota, di wilayah kabupaten Manggarai Timur. Perjalanan dari Reo ke Pota memakan waktu 1,5 jam dangan jarak tempuh 55 km. Melewati jalan berkelok – kelok khas Flores, dengan 80% kawasannya tak berpenghuni. Perjalanan ini tidak henti – hentinya menyajikan kejutan – kejutan, berupa hamparan pemandangan alam yang indah. Salah satunya adalah kawasan Mangrove yang dihuni ribuan Kalong Hitam (Pteropus alecto) di Nanga Baras (15 km sebelum Pota)

Sesampai di Pota, matahari sudah hampir lurus di atas ubun – ubun. Suhu udara mencapai angka lebih dari 30°C. Tujuan kami hanya satu, Danau Rana Tonjong. Dalam bahasa lokal, Rana artinya danau dan tonjong adalah nama lokal untuk teratai.

Danau seluas 3 hektar ini, bukan danau biasa yang (mungkin) dalam benak kita adalah danau dengan air dan beberapa tanaman air mengambang di atasnya. Rana Tonjong adalah danau yang unik karena seluruh permukaannya ditutupi tanaman Lotus (Nelumbo nucifera) Raksasa!

Tidak sulit mencapai danau yang sejatinya adalah rawa – rawa ini. Kendaraan roda dua maupun empat bisa langsung berhenti di sekitar danau. Letaknya juga hanya 1 km dari jalan raya trans utara Flores, tepatnya di kampung Paci Panda, Desa Nanga Mbaling, Sambi Rampas, Manggarai Timur.

Siang itu kami disambut oleh seoarang warga setempat, Abdulah yang oleh pemerintah Manggarai Timur ditugaskan sebagai penjaga kawasan wisata Rana Tonjong dengan status pegawai harian lepas.

Abdulah menjelaskan bahwa Rana Tonjong mulai dikenal luas sejak tahun 2011. Meski belum maksimal dalam hal pengelolaan dan promosi, ditambah dengan buruknya akses transportasi namun pesona Rana Tonjong dengan hamparan Lotus Raksasanya telah memancing wisatawan yang terus bertambah dari waktu ke waktu.

Dari informasi yang saya dapatkan di situs – situs berita online, Danau Lotus Raksasa Rana Tonjong adalah yang terbesar ke dua di dunia setelah di India.

Tinggi batang Lotus di Rana Tonjong bisa mencapai 2,5 m dengan diameter daun mencapai 60 cm. Sedangkan diameter bunga Lotus saat mekar bisa mencapai 50 cm dengan panjang kelopak bunganya mencapai 25 cm.

Bulan terbaik mengunjungi Rana Tonjong adalah akhir Maret hingga awal Juni, yang merupakan puncak mekar bunga – bunga Lotus. Selain menikmati keindahan bunganya, biji Lotus juga bisa langsung dimakan. Rasanya menyerupai kacang tanah yang dimakan mentah.

Saat ini, menyusuri tepi danau sudah sangat mudah karena Abdulah dan dua orang petugas lainnya telah membuka jalur trekking mengelilingi danau.

Dari Abdulah juga kami mendapatkan informasi bahwa selain Lotus raksasa, di kawasan rana Tonjong juga ditemukan Komodo Flores yang ukuran tubuhnya lebih kecil dari Komodo di TN Komodo tetapi memiliki corak warna yang lebih cantik.

Bagi pengunjung yang ingin menjelajah wilayah itu, sebaiknya menginap selama satu malam di salah satu penginapan sederhana di Pota demi keleluasaan menikmati banyak hal menarik yang ditawarkan di sana. Kawasan pantai utara yang teduh, harmoni kehidupan warga pesisir, dan bentang alam dan hamparan persawahan yang menakjubkan akan melengkapi kisah petualangan ke pesisir utara Flores yang penuh misteri.

Please follow and like us:
0

2 Komentar

  1. Lotus Raksasa ini masih sejenis dengan bunga teratai.?
    Biji dari Lotus Raksasa ini aman untuk dikonsumsi, tidak menimbulkan efek samping.?

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*