News

Ecocoustic; Merekam Keajaiban – Keajaiban Yang Terabaikan

Ecocoustic; Merekam Keajaiban – Keajaiban Yang Terabaikan

Awalnya ide yang sangat sederhana. Sebagai pengamat dan fotografer burung kelas amatir, saya sering berhadapan dengan situasi dimana hanya mendengar suara burung di dalam hutan atau semak, tanpa melihat wujudnya. Untuk jenis burung yang baru saya jumpai, kondisi ini menyulitkan saya untuk mengidentifikasi. Berbeda jika saya bisa melihatnya dengan jelas apalagi jika sampai mendapatkan fotonya. Buku panduan identifikasi akan dengan cepat memberitahu saya jenis burung yang saya jumpai. Dari sana saya mulai merekam suara – suara yang saya dengar di hutan dengan menggunakan ponsel. Penggunaan ponsel untuk merekam suara di alam tentu saja sangat terbatas dari segi kemampuan menjangkau suara, ketajaman dan juga kapasitas penyimpanan. Belum lagi ditambah dengan persoalan daya batterei. Maka dari itu saya memutuskan untuk membeli seperangkat perekam suara dengan spesifikasi yang “çukup” untuk memenuhi kebutuhan saya.

Ide yang lain adalah identifikasi masal. Meski telah beberapa kali melakukan pengamatan di tempat yang sama, terkadang ada saja spesies yang luput dari pengamatan. Dengan merekam secara acak bahkan hanya meletakkan recorder di tengah hutan, saya bisa dengan mudah mengidentifikasi kembali jenis burung yang ada di lokasi itu.

Dari hasil rekaman yang saya buat, saya menemukan banyak hal yang mengejutkan. Bukan hanya tentang burung, tetapi juga bagaimana suara – suara di alam bisa membentuk komposisi yang apik dan ajaib.

Memulai Proses Belajar

Aktifitas merekam, mengolah dan menganalisis serta menyajikan suara – suara dari alam, telah menjadi sebuah disiplin ilmu di dunia yang dikenal dengan Soundscape ecology atau Eco Acoustic. Sounsdscape atau Eco Acoustic sebagai sebuah studi diperkenalkan oleh R. Murray Schafer dan timnya dari Simon Fraser University, Canada pada akhir 1960an. Sebuah studi yang mempelajari hubungan  antara manusia dan alamnya melalui bunyi – bunyi. Seiring waktu, soundscape mengalami perkembangan yang pesat baik dari segi jumlah pelaku maupun area studi dan pemanfaatannya di kehidupan nyata.

Melihat kemungkinan – kemungkinan yang ada saat ini, saya sendiri lebih fokus pada melakukan perekaman langsung di lapangan dan sedikit demi sedikit mempublikasikan hasil mentah tanpa diolah. Meski terlihat mudah, ‘hanya’merekam, tetapi sesungguhnya proses merekam suara di lapangan / alam harus dilakukan dengan kaidah – kaidah yang benar, sesuai dengan tujuan perekaman. Proses perekaman yang salah akan menghasilkan rekaman yang sulit diolah apalagi dianalisis. Sebagai pemula, saya tertantang untuk tenggelam dalam semua proses belajar ini, agar menghasilkan sesuatu yang berguna.

Keajaiban – Keajaiban Soundscape

Soundscape terdiri dari tiga komponen  yakni Biophony; bunyi yang dihasilkan oleh organisme, Geophony; bunyi yang dihasilkan oleh alam non-organisme seperti angin, gemericik air, dll, dan Anthropophony; bunyi yang dihasilkan atau dibuat oleh manusia seperti bahasa, dan bunyi – bunyi dari aktifitas serta teknologi manusia.

Suasana Pagi di Camplong – Timor

Suasana Pagi di Camplong - Timor

Mungkin kita sudah akrab dengan istilah lansdcape dari dunia fotografi. Landscape yang adalah gambar visual dari bentang alam, merupakan hasil komposisi dari bermacam – macam komponen. Hasil foto landscape yang indah lahir dari komposisi yang pas dari setiap komponennya. Demikian juga dengan soundscape. Ia merupakan sebuah hasil komposisi dari suara – suara yang ada dalam satu area tertentu.

Manusia mendengarkan suara – suara bahkan ketika indera pendengarannya tidak berfungsi. Ia telah mulai mendengar saat masih dalam kandungan dan masih mendengar sesaat setelah denyut jantungnya berhenti, saat meninggal. Setiap saat, bahkan ketika tidur sekalipun, manusia masih bisa mendengar, dikala indera yang lain lebih pasif.

Soundscape sebagaimana terbangun atas komponen suara – suara dengan intonasi dan warna yang berbeda, menyajikan keajaiban yang jarang disadari. Orang bisa melukis kembali apa yang ia lihat, tetapi tidak untuk apa yang ia dengar. Satu – satunya cara untuk membuatnya abadi adalah dengan merekamnya. Dari soundscape, kita akan menyadari bahwa dalam satu detik saja, kita bisa mendengarkan puluhan bahkan ratusan jenis bunyi dengan intonasi dan warna yang berbeda – beda.

Dari perkembangan studi Soundscape, dunia telah mendapatkan banyak manfaat yang besar. Salah satu yang paling populer adalah studi perubahan iklim. Suara adalah salah satu indikator perubahan komposisi lingkungan. Selain untuk kebutuhan sains, soundscape saat ini dipakai secara luas di dunia videografi, musik, dan meditasi.

Salah satu isu yang berkembang di dunia modern saat ini adalah terbangunnya lingkungan yang memiliki komposisi bunyi yang ramah. Sebagaimana udara, manusia juga telah terpapar polusi suara. Menghargai hak – hak orang lain akan suara yang lebih ramah hendaknya bisa mendorong manusia untuk mengurangi kebisingan – kebisingan. Sudah bukan barang baru jika manusia akan merasa tertekan secara psikis saat mendengarkan bunyi atau suara yang tidak ia inginkan.

Saya baru saja memulai independent project saya di soundscape ini dengan Flores sebagai ‘habitat’ yang akan diabadikan. Melalui Ecocoustic ini, saya berharap bisa mengabadikan suara – suara dan bunyi – bunyi yang mewakili keanekaragaman hayati, budaya dan alam Flores. Ini juga adalah langkah kecil dalam mendokumentasikan setiap perubahan yang terjadi di pulau yang indah ini.

Please follow and like us:
error0
Tweet 20
fb-share-icon20
Tagged: , ,

0 Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *