Mengenal Burung Endemik Baru Flores; Cabai Flores

Cabai Flores (Dicaeum rhodopygiale)

Burung Cabai Flores / Flores Flowerpecker (Dicaeum rhodopygiale) adalah salah satu burung endemik Flores yang baru saja dipisahkan dari spesies payung, yakni Dicaeum sanguinolentum. Rensch (1928), menempatkan Cabai Flores sebagai sub spesies dari jenis Cabai GunungCabai Gunung sendiri dibagi ke dalam dua sub spesies yakni D. s. sanguinolentum (Temminck, 1829) untuk Cabai Gunung di Pulau Jawa dan D. s. rhodopygiale untuk Cabai Gunung di Pulau Flores.

Penyembutan Cabai Flores menjadi spesies tunggal (monotypic) ada dalam buku Birds of the Indonesian Archipelago (Lynx, 2016) yang ditulis James A. Eaton, Bas van Balen, Nick W. Brickle dan Frank E. Rheindt.

Di Flores sendiri burung ini tidak memiliki nama lokal dan termasuk salah satu burung yang luput dari identifikasi masyarakat lokal. Hal ini disebabkan karena penyebaran Cabai Flores yang terbatas pada ketinggia di atas 800 mdpl. Wilayah penyebarannya  juga sangat terbatas pada titik tertentu di wilayah pegunungan. Hingga saat ini, Cabai Flores baru ditemukan di TN Kelimutu, TWA Ruteng dan Gunung Inerie. Wilayah lain yang dicurigai adalah Egon dan Ebulobo.

Burung Cabai Flores relatif mudah diidentifikasi di habitatnya. Meski ukuran tubuhnya sangat mungil dengan panjang 5 cm, namun kombinasi warna yang mencolok antara punggung dan saya berwarna hitam legam, dengan dada berwarna krem kekuning – kuningan, serta bagian leher berwarna merah api membuatnya mudah terpantau bila bertengger di dahan – dahan kecil.

Black-fronted Flowerpecker (Dicaeum igniferum)

Orang – orang lokal di Flores lebih banyak mengidentifikasi jenis Cabai Dahi Hitam / Black-fronted Flowerpecker (Dicaeum igniferum) sebagai ‘yang mudah dijumpai’ di seluruh wilayah di Flores.

Pemisahan Cabai Flores dari spesies payungnya telah menambah jumlah jenis endemik Flores yang hingga saat ini menjadi 17 jenis burung endemik.

Cabai Flores / Flores Flowerpecker (Dicaeum rhodopygiale)

Burung Endemik Flores

Please follow and like us:
error0

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*