English
News

Penjelajah Cakrawala Flores di Ambang Kepunahan

Penjelajah Cakrawala Flores di Ambang Kepunahan

yang memprihatinkan dari semakin kritisnya populasi Elang Flores adalah masyarakat Flores sendiri yang tidak mengenal rupa Elang ini. Dalam banyak kesempatan ketika ditanya kepada masyarakat lokal tentang rupa Elang Flores, mereka menjawab tidak tahu.

Elang Flores / Flores Hawk-Eagle (Nisaetus floris) adalah raptor endemik Flores dan menjadi salah satu simbol keunikan dunia burung di Nusa Bunga. Sejak tahun 2009, IUCN menetapkan Elang Flores sebagai salah satu raptor yang kondisi populasinya kritis. Sejak 2013, level kekritisan Elang ini semakin tinggi dengan intensitas ditemukannya menjadi sangat jarang dan sulit. Hal ini tentu saja sangat mengkhawatirkan.

Pertama kali Elang Flores teridentifikasi oleh Ernst Johann Otto Hartert, seorang Ornithologist asal Jerman pada tahun 1898. Selain di rumah aslinya di Flores, Elang Flores juga menyebar hingga ke pulau – pulau di sebelah barat antara lain, P. Rinca, Lombok dan Sumbawa. Beberapa catatan juga menyebutkan bahwa ditemukan juga di P. Alor dan Lembata, tetapi dengan intensitas ditemukan sangat jarang.

Tren populasi Elang bercorak punggung coklat gelap, dengan dada berwarna putih bercorak coklat ini terus mengalami penurunan, yang disebabkan karena kondisi hutan di kawasan Lesser Sunda yang terus mengalami kerusakan.

Dari pengamatan, total Elang Flores yang tersisa berkisar antara 150 – 360 ekor di seluruh kawasan penyebaran. Dengan jumlah yang demikian, maka terbuka kemungkinan Elang bersuara melengking panjang ini akan tinggal nama dalam beberapa tahun yang akan datang.

Penyebab lain kritisnya Elang Flores adalah perburuan yang masif  baik untuk dipelihara maupun untuk dimakan. Di Flores, Elang dilihat sebagai hama yang mengancam ternak warga, khususnya ayam yang notabene masih dipelihara dengan cara lepas-liar. Oleh sebab itu, semua jenis raptor termasuk elang Flores sering kali diburu dan dijerat sebagai hama dan musuh warga.

Pola beternak ayam masyarakat tradisional dengan sistem lepas liar, menciptakan peperangan yang tidak seimbang antara manusia dan para raptor, termasuk Elang Flores. Ini adalah ironi dari kurangnya pengetahuan dan sikap apatis terhadap kondisi alam serta biodiversitas di Flores.

Hal lain yang memprihatinkan dari semakin kritisnya populasi Elang Flores adalah masyarakat Flores sendiri yang tidak mengenal rupa Elang ini. Dalam banyak kesempatan ketika ditanya kepada masyarakat lokal tentang rupa Elang Flores, mereka menjawab tidak tahu. Meski memiliki nama lokal di masing – masing daerah di Flores, namun ternyata nama itu juga tidak benar – benar spesifik diberikan bagi Elang Flores.

Harapan Baru

Di tengah kekhawatiran akan kondisi Elang Flores, harapan untuk menjaganya tetap ada masih harus dipupuk. Beberapa program penyelamatan telah mulai dilakukan oleh beberapa lembaga dan organisasi di Flores. Salah satunya adalah program konservasi Elang Flores di Taman Nasional Kelimutu.

Program ini diharapkan bisa membantu menyelamatkan populasi Elang Flores di dalam dan di sekitar kawasan TN Kelimutu. Semoga langkah yang diambil oleh TN Kelimutu juga diikuti oleh pemerintah lokal di FLores dan lembaga – lembaga sosial serta komunitas – komunitas dalam masyarakat.

Ini adalah harapan satu – satunya untuk kembali membawa Elang Flores merajai cakrawala Flores dan menjadi kebanggaan Nusa Bunga.

Elang Flores

Flores Hawk-Eagle

Please follow and like us:
error6
Tweet 20
fb-share-icon20
Tagged: , , , , ,

0 Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *