Cerita Birding dari Timor

Birding Trip Report Timor, Rote, Sumba; Bagian 1

0 697

Awal September 2021, saya menemani Andy Walker dari Birding Ecotours bersama 3 orang temannya, birding sepekan di Ruteng dan Poco Ndeki. Trip Report yang dibuat Andy bisa dibaca di sini: Indonesia, Flores Birding Trip Report . Setelah birding di Ruteng itu, Andy kemudian meminta saya merencanakan trip birding berikutnya ke Pulau Timor, Rote, dan Sumba sekaligus.

Setelah melalui beberapa penyesuaian berhubung masih dalam masa pandemi, trip ini akhirnya dimulai pada 17 Oktober 2021 di Kupang. Saya memiliki target pribadi saat birding di Timor yakni Punai Timor / Timor Green Pigeon (Treron psittaceus). Di Wilayah Timor Barat (Indonesia), burung ini sudah sangat langka. Catatan perjumpaannya sangat jarang. Para pengamat burung yang benar – benar ingin berjumpa burung ini harus mengunjungi Timor Leste, di mana populasinya masih cukup baik. Selain Punai Timor, top target berikutnya adalah spesies misterius yang menjadi target semua pengamat burung yang datang ke Timor. Bondol Hijau Mutis / Mutis Parrotfinch (Erythrura sp. nov.) Burung ini belum memiliki nama dan deskripsi resmi. Sejauh ini hanya dijumpai di dalam kawasan hutan Gunung Mutis. Pertama kali ditemukan oleh James Eaton pada tahun 2012, diyakini 100% akan menjadi endemik baru pulau Timor. 

Di hari pertama, setelah menjemput Andy di bandara El Tari – Kupang,  kami menuju Tambak Bipolo; salah satu lokasi pengamatan burung air dan pantai yang sangat penting di Nusa TenggaraTimur. Menurut data aplikasi E-bird, Bipolo adalah lokasi dengan kepadatan spesies paling tinggi di Nusa Tenggara Timur. Memiliki dua lokasi pengamatan yakni hutan Bipolo yang merupakan bagian kawasan TWA Bipolo, lalu Tambak Bipolo yang merupakan bagian dari kawasan TWAL Teluk Kupang. Kawasan tambak Bipolo ini juga merupakan salah satu kawasan konservasi burung pantai yang sangat penting, bagian dari jalur migrasi burung Asia Timur – Australasia yang dikenal dengan nama East Asian-Australasian Flyway. Jadi kalau birding di Timor, Bipolo adalah lokasi pengamatan yang wajib dikunjungi!

Sore itu cuaca cerah selepas hujan badai.  Burung – burung keluar dari persembunyian, bermain – main dan berjemur di tanah lapang, persawahan, rawa – rawa, dan tambak di Bipolo. Waktu yang sempurna untuk pengamatan dan pemotretan. Kami berhasil merekam beberapa jenis  burung air antara lain Terik Australia / Australian pratincole (Stiltia isabella), Kuntul Belang / Pied heron (Egretta picata) sebagai salah satu spesies yang perjumpaannya di pulau Timor terbilang jarang, >100 individu Kuntul Kerbau / Cattle Egret (Bubulcus ibis), Kicuit kerbau / Eastern yellow wagtail (Motacilla tschutschensis), Kèra-kèra / Oriental Plover (Charadrius veredus). Birding sore itu ditutup dengan penampilan sepasang nokturnal endemik pulau Timor, Pungguk Timor / Timor Boobook (Ninox fusca)  selama setengah jam di puncak pohon tepi hutan Bipolo.

Baca Juga: Cerita Birding dari Rote

Trip di Timor disela selama dua hari karena pada hari ke dua, kami harus menyeberang ke Pulau Rote. Kami tiba kembali di Kupang pada siang menjelang sore, hari ke empat. Sedikit melenceng dari waktu yang kami perkirakan. Dari Pelabuah Tenau kami langsung menuju ke timur. Kondisi lalu lintas di jalan Timor Raya cukup padat. Mobil melaju lambat. Kami hanya sempat berhenti membeli Sirih – Piang di Oesao sebagai oleh – oleh untuk dibawa ke Mutis. Tiba di So’E, hari telah malam. 

Membeli Sirih – Pinang sebelum ke Gunung Mutis

Besoknya kami meninggalkan So’E pada pukul 04.00 pagi. Perjalanan SoÉ – Fatumnasi memakan waktu hampir 2 jam. Takut kehilangan kesempatan emas di pagi hari, begitu tiba di Fatumnasi kami langsung menuju lokasi pengamatan si misterisu Bondol Hijau Mutis, target utama kami hari itu. Di lokasi ini kami berhasil mendapat beberapa target antara lain Opior Timor / Spot-breasted Heleia (Heleia muelleri), Perkici Timor / Olive-headed lorikeet (Trichoglossus euteles), Kepudang Timor / Timor oriole (Oriolus melanotis), Cikrak Timor / Timor leaf warbler (Phylloscopus presbytes), Sikatan Bakung / Timor blue flycatcher (Cyornis hyacinthinus). Hingga hari menjelang siang, Bondol Mutis belum juga menampakkan dirinya.

Harapan kami untuk bertemu Bondol Mutis terus menipis seiring hari makin siang. Kondisi hutan Ampupu yang lengang tidak punya harapan, kuda – kuda berdatangan ke lokasi pengamatan. Saya dan Andy mencoba peruntungan di arah yang berbeda. Hasilnya nihil. Kami akhirnya memutuskan untuk mengakhiri pencarian dan bersiap meninggalkan lokasi birding. Tentu saja kecewa. Saat menuju tempat mobil diparkir, kami mencoba mengambil jalan yang berbeda. Entah datang dari mana, tiba – tiba saja sepasang burung kecil berwarna hijau terbang lincah dari dahan ke dahan di hadapan kami, lalu turun ke lantai hutan. Kurang dari 5 menit yang mendebarkan.

Bondol Mutis / Mutis Parrot-finch

Diliputi kebahagiaan bertemu Bondol Mutis, kami menyempatkan diri mengunjungi sang juru kunci gunung Mutis, bapak Matheos Anin. Sirih – pinang dari Oesao kami bawa sebagai buah tangan. Berbincang sebentar sembari menghabiskan secangkir kopi, kami kembali ke hutan untuk menuntaskan beberapa target. Sejujurnya, kami sudah cukup puas hari itu. Kami sudah bisa pulang setelah berjumpa Bondol Mutis. Tetapi waktu kami masih panjang.

Rupanya alam Mutis sedang berbaik hati pada kami. Menjelang sore, kami berhasil mencatat perjumpaan dengan Sikatan Burik / Grey-streaked Flycatcher (Muscicapa griseisticta). Ini adalah kali pertama jenis ini ditemukan di seluruh pulau Timor.

Sikatan Burik / Grey-streaked Flycatcher (Muscicapa griseisticta), catatan perdana perjumpaan jenis ini di seluruh pulau Timor

Trip hari ke enam, pagi – pagi sekali kami berkendara menuju kawasan hutan Oenasi, 15 km barat daya So’E. Selama kurang lebih 3 jam menyusuri kawasan ini. Beberapa spesies penting yang kami jumpai antara lain Sikatan Timor / Black-banded Flycatcher (Ficedula timorensis), Bentet kelabu / Long-tailed shrike (Lanius schach), Baza pasifik / Pacific Baza (Aviceda subcristata), sekelompok besar Burung Ara Timor / Green (Timor) figbird (Sphecotheres viridis), Cabai Lombok / Blue-cheeked Flowerpecker (Dicaeum maugei).

Lepas tengah hari kami meniggalkan So’E berkendara kembali melewati Timor Raya menuju Kupang. Tidak langsung ke Kupang, kami bermalam di penginapan milik para suter di Camplong. Sore hingga malam,  melakukan pengamatan di TWA Camplong. Berhasil memantau 4 individu Sikep Madu Asia / Oriental Honey-Buzzard (Pernis Ptilorhynchus). Saat hari gelap, 3 individu Pungguk Timor / Timor Boobook (Ninox fusca) bertengger di 3 pohon berbeda di dekat kami. Kesempatan yang baik untuk mendapatkan foto.

Kelelahan, hawa panas, dan serangan nyamuk membuat kami sulit beristirahat malam itu, terlebih bagi Andy. Keesokan harinya pagi – pagi sekali, hari masih gelap kami meninggalkan penginapan, menuju Hutan Bipolo. Selama 2,5 jam kami melakukan birding di kawasan hutan Bipolo. Berhasil menjumpai Pergam Katanjar / Pink-headed imperial pigeon (Ducula rosacea) dan Srigunting (Timor) Wallacea / Timor Spangled Drongo (Dicrurus densus); juga menjadi salah satu target penting di Timor.

Beberapa Jenis Burung air dan pantai di Tmabak Bipolo, TWAL Teluk Kupang

Saat hari beranjak siang, kami bergeser ke arah pesisir. Untuk ke dua kalinya menjelajahi Tambak Bipolo. Cuaca sangat panas. Kurangnya waktu istirahat malam sebelumnya membuat kami disergap rasa lelah yang berat. Kami memutuskan melakukan pengamatan dari dalam mobil. Mobil melaju perlahan – lahan di tepian tambak. Daftar spesies yang kami jumpai antara lain; Kedidi Ekor Tajam / Sharp-tailed Sandpiper (Calidris acuminata), Kedidi Jari Panjang / Long-toed Stint (Calidris subminuta), Trinil Bedaran / Terek Sandpiper (Xenus cinereus), Cerek Topi Merah / Red-capped Plover (Charadrius ruficapillus), Gajahan Pengala / Whimbrel (Numenius phaeopus).

Sebagai penutup, sore harinya saya mengunjungi Bendungan Tilong sendirian. Andy memilih beristirahat di Hotel. Bendungan Tilong terletak di Desa Oel Nasi, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang. Jaraknya + 18km  timur kota Kupang.  Menurut beberapa catatan, di kawasan ini beberapa kali dijumpai Gelatik Timor / Timor Sparrow (Lonchura fuscata). Sayangnya saya datang terlalu sore sehingga hanya memiliki waktu kurang dari 1 jam untuk melakukan pengamatan. Gagal bertemu si Gelatik, saya tetap puas memotret Celucuk Timor / Buff-banded Thicketbird (Cincloramphus bivittatus), yang bermain – main di ranting – ranting rendah.

Trip Report versi Andy: Birding Timor, Indonesia – October 2021

Secara keseluruhan, birding di Timor kali ini berjalan dengan sangat baik meski tetap saja ada spesies target yang luput. Saya sendiri tetap belum berhasil berjumpa dengan Punai Timor.  Selain Punai Timor,  ada 3 target penting yang juga luput dari pengamatan kami yakni Nuriraja Kembang / Jonquil Parrot (Aprosmictus jonquillaceus), Pergam Timor / Timor Imperial Pigeon (Ducula cineracea), dan Gelatik Timor / Timor Sparrow (Lonchura fuscata). Meski ada sedikit kekecewaan, saya sepakat dengan kata – kata Andy saat meninggalkan Bipolo; It’s good for us to miss some of targets, they are our reason for coming back! . So, we’ll be here again soon, Timor.

Wajah – wajah Bahagia! Saya, Andy, dan Om Samuel (Pawang burung di gunung Mutis), sesaat setelah berhasil menemukan Mutis Parrotfinch

Leave A Reply

Your email address will not be published.