5 Lokasi Birding Paling Direkomendasikan di Flores Barat

0 676

Flores sebagai tujuan wisata sudah sangat populer. Destinasi – destinasinya sudah tak asing bagi wisatawan dari berbagai belahan dunia. Seiring dengan jumlah kunjungan wisata yang terus meningkat, wisata minat khusus seperti pengamatan burung atau birding, juga ikut bergerak naik. Sebagai orang Flores yang menggeluti birding sebagai hobi sekaligus pekerjaan, saya ingin mengulas 5 lokasi pengamatan burung paling saya rekomendasikan di Flores bagian barat. Ulasan ini hanya bertujuan untuk membantu para pengamat burung merencanakan perjalanannya ke Flores.

1.Puarlolo, Manggarai Barat

Hutan Puarlolo terletak di tepi jalan trans Flores. Bejarak 27km dari Labuan Bajo ke arah Timur. Puarlolo adalah lokasi birding paling direkomendasikan bagi mereka yang memiliki waktu terbatas di Flores, di sela – sela kunjungan ke Taman Nasional Komodo dan Labuan Bajo. Dari Labuan Bajo bisa ditempuh dalam waktu + 1 jam menggunakan sepeda motor atau mobil. Lokasi birdingnya terletak pada ketinggian 900mdpl. Trek pengamatannya landai dan mudah. Luas wilayah pengamatan 2-3 km2. Target utama di sini adalah Kehicap Flores (Monarcha sacerdotum). Sebagai spesies endemik Flores Barat, Kehicap Flores paling mudah dijumpai di Puarlolo. Daftar spesies yang sudah pernah ditemukan di Puarlolo bisa dilihat di sini!

2.Danau Sano Nggoang, Manggarai Barat

Danau Sano Nggoang adalah danau vulkanik terbesar dan terdalam di NTT. Luasnya mencapa 5.500ha dengan kedalaman mencapai 600m. Terletak di pedalaman sisi selatan Manggarai Barat, pada ketinggian 700mdpl, Sano Nggoang menawarkan pengalaman birding sekaligus petualangan yang menarik. Birding ke Sano Nggoang bisa sekaligus dilakukan dengan terlebih dahulu melakukan birding di Puarlolo. Dari Puarlolo, jalan beraspal yang telah rusak menghantarkan kita menuju Werang, ibukota kecamatan Sano Nggoang, berjarak 10km dari jalan Trans Flores. 2 km sebelum Werang, sebuah kampung bernama Ndengo adalah titik terbaik untuk bisa memantau spesies kritis Elang Flores (Nisaetus floris). Pemantauan Elang Flores bisa sekaligus sambil menikmati air terjun Cunca Rami.

Danau Sano Nggoang, Manggarai Barat

Dari Werang kita akan menempuh 10km lagi untuk sampai di kampung Nunang, di tepi danau Sano Nggoang. letaknya di pedalaman dengan alam yang asri membuat siapapun yang datang ke Sano Nggoang akan langsung terbius oleh keteduhan alaminya. Pengamatan dilakukan di seluruh lingkar tepi danau dan di halaman belakang kampung Nunang, hingga ke puncak gunung Tewa Sano. Salah satu spesies kunci di sini adalah Celepuk Flores. Jika mengunjungi Sano Nggoang, kita harus menginap 1 malam. Menikmati hawa desa yang teduh dan meluangkan waktu untuk lebih banyak mengamati burung di sekitar. Ada sebuah penginapan di tepi danau dengan tarif 250.000/malam, termasuk sarapan. Daftar spesies di Sanonggoang bisa dilihat di sini!

3. Golo Lusang, Manggarai

Beralih ke kabupaten Manggarai, di ketinggian di atas 1000mdpl. Golo Lusang terletak di sisi selatan kota Ruteng, ibukota kabupaten Manggarai. Jaraknya kurang dari 3 km dari pusat kota, pada ketinggian di atas 1400mdpl. Golo Lusang adalah bagian dari kawasan Taman Wisata Alam (TWA) Ruteng. Terdapat 3 spesies kunci di sini yakni Cingcoang Flores (Brachypteryx floris), Cabai Flores (Dicaeum rhodopygiale) dan Serindit Flores (Loriculus flosculus). Daftar spesies di Golo Lusang bisa dilihat di sini!

4. Danau Ranamese, Manggarai Timur

Masih dalam kawasan TWA Ruteng, bergeser ke arah timur sejauh 22km dari kota Ruteng. Berada di tepi jalan Trans Flores, kawasan danau Ranamese terkenal dengan hutan hujan pegunungan yang hijau dan padat. Lokasi pengamatan membentang sepanjang 3km di kedua sisi jalan trans Flores. Lokasi pengamatan juga meliputi garis tepian danau seluas 5 hektar ini. Beberapa spesies kunci di lokasi ini antara lain Celepuk Flores (Otus alfredi), Kancilan Flores (Pachycephala nudigula), Cikrak Flores (Phylloscopus floris). Daftar spesies di Ranamese bisa dilihat di sini!

5. Poco Ndeki, Manggarai Timur

Poco Ndeki adalah sebuah hutan dataran rendah yang terletak di kabupaten Manggarai Timur. Lokasi pengamatan burung di sini membentang dari ketinggian 300mdpl – 900mdpl. Poco Ndeki terletak di pesisir selatan menghadap laut Sawu, 12 km sebelah timur kota Borong, Manggarai Timur. Untuk mencapainya, kita melewati jalan Trans Flores, dari Ruteng atau dari Bajawa, berbelok ke arah selatan di kampung Kisol. 3km meninggalkan trans Flores, setelah melewati pemukiman dan kebun Kakao, kita akan masuk ke sebuah lembah seperti sebuah lorong ke arah laut Sawu. Lokasi dengan perpaduan antara hutan dataran rendah dan area pertanian adalah salah satu lokasi pengamatan yang mudah dijelajahi. Target kunci di sini adalah Punai Flores (Treron floris), Gagak Flores (Corvus florensis), dan Celepuk Wallacea (Otus silvicola). Meskipun merupakan kawasan lindung, hutan Poco Ndeki merupakan lokasi paling banyak terjadi perburuan satwa baik yang dibunuh maupun ditangkap untuk diperdagangkan. Daftar spesies di Poco Ndeki bisa dilihat di sini!. 

Cingcoang Flores di Golo Lusang, Ruteng

5 lokasi pengamatan burung yang saya cantumkan di sini merupakan lokasi – lokasi potensial dengan kepadatan spesies yang tinggi. Selain 5 lokasi ini, masih ada beberapa lokasi yang juga wajib dikunjungi di wilayah Flores Barat. Lokasi – lokasi ini antara lain, Hutan Potawangka di Labuan Bajo, berjarak 13 km dari Labuan Bajo ke arah utara. Bagi yang ingin birding santau di sekitar Labuan Bajo, ada kawasan hutan Mangrove Gorontalo, 3km selatan Labuan Bajo. Dalam perjalanan dari Labuan Bajo ke Ruteng atau sebaliknya, hutan Ampupu di Nteér persis di perbatasan Manggarai dan Manggarai Barat adalah tempat terbaik mengamati Perkici Flores.  Ke arah utara kota Ruteng, ada hutan lindung Wae Kebong di Pagal yang merupakan salah satu lokasi pengamatan Serindit Flores. Di pesiri utara,  kawasan Mangrove di Nanga Banda-Reo, menyajikan pengalaman mengamati burung pantai dan air. Perkebunan kopi dan persawahan di Mbeang Ledas di sisi utara Ruteng juga merupakan hotspot baru yang mudah dijangkau. Pengumpulan data penyebaran spesies di lokasi – lokasi lain di Flores Barat masih terus dilakukan, bukan hanya untuk kepentingan wisata tetapi juga untuk mendapatkan data yang akurat, guna menunjang kebijakan konservasi di masa yang akan datang.

Leave A Reply

Your email address will not be published.