Elang Flores, Penjelajah di Ambang Kepunahan

0 4,341

Elang Flores / Flores Hawk-Eagle (Nisaetus floris) adalah raptor endemik Flores dan menjadi salah satu simbol keunikan dunia burung di Nusa Bunga. Sejak tahun 2009, IUCN menetapkannya sebagai salah satu raptor yang kondisi populasinya kritis. Sejak 2013, level kekritisan Elang ini semakin tinggi dengan intensitas ditemukannya menjadi sangat jarang dan sulit.

Pertama kali diidentifikasi oleh Ernst Johann Otto Hartert, seorang Ornithologist asal Jerman pada tahun 1898. Selain di rumah aslinya di Flores, Elang ini juga menyebar hingga ke pulau – pulau di sebelah barat antara lain, P. Rinca, Lombok dan Sumbawa. Beberapa catatan juga menyebutkan bahwa ditemukan juga di P. Alor dan Lembata, tetapi dengan intensitas ditemukan sangat jarang.

Tren populasi Elang bercorak punggung coklat gelap, dengan dada berwarna putih bercorak coklat ini terus mengalami penurunan, yang disebabkan karena kondisi hutan di kawasan Lesser Sunda yang terus mengalami kerusakan.

Dari laporan pengamatan, total individu yang tersisa berkisar antara 150 – 360 ekor di seluruh kawasan penyebaran. Dengan jumlah yang demikian, maka terbuka kemungkinan Elang bersuara melengking panjang ini akan tinggal nama dalam beberapa tahun yang akan datang.

Penyebab lain kritisnya Elang Flores adalah perburuan yang masif  baik untuk dipelihara maupun untuk dimakan. Di Flores, Elang dilihat sebagai hama yang mengancam ternak warga, khususnya ayam yang notabene masih dipelihara dengan cara lepas-liar. Oleh sebab itu, semua jenis raptor termasuk elang Flores sering kali diburu dan dijerat sebagai hama dan musuh warga.

Pola beternak ayam masyarakat tradisional dengan sistem lepas liar, menciptakan peperangan yang tidak seimbang antara manusia dan para raptor, termasuk Elang Flores. Ini adalah ironi dari kurangnya pengetahuan dan sikap apatis terhadap kondisi alam serta biodiversitas di Flores.

Hal lain yang memprihatinkan dari semakin kritisnya populasi Elang Flores adalah masyarakat Flores sendiri yang tidak mengenal rupa Elang ini. Dalam banyak kesempatan ketika ditanya kepada masyarakat lokal tentang rupa Elang Flores, mereka menjawab tidak tahu. Meski memiliki nama lokal di masing – masing daerah di Flores, namun ternyata nama itu juga tidak benar – benar spesifik diberikan bagi Elang ini.

Harapan Baru

Di tengah kekhawatiran akan populasi yang kian kritis itu, harapan untuk menjaganya tetap ada masih harus dipupuk. Beberapa program penyelamatan telah mulai dilakukan oleh beberapa lembaga dan organisasi di Flores. Salah satunya adalah program konservasi oleh Taman Nasional Kelimutu.

Program ini diharapkan bisa membantu menyelamatkan populasi Elang Flores di dalam dan di sekitar kawasan TN Kelimutu. Langkah yang diambil oleh TN Kelimutu tentu saja tidak berarti apa – apa jika tidak diikuti oleh pemerintah lokal  dan lembaga – lembaga sosial serta komunitas – komunitas dalam masyarakat.

Ini adalah harapan satu – satunya untuk kembali membawa Elang Flores merajai cakrawala Flores dan menjadi kebanggaan Nusa Bunga. Selain langkah – langkah sistematis yang dilakukan oleh organisasi dan pemerintah, proses penyadaran yang secara otomatis dilakukan oleh individu dan kelompok di tingkat masyarakat Flores akan memberikan dampak yang sangat berarti bagi tumbuhnya kesadaran konservasi Elang ini oleh masyarakat Flores sendiri.

Leave A Reply

Your email address will not be published.