English
News

Kakatua Jambul Kuning Masuk Labuan Bajo; Berkah atau Bencana?

Kakatua Jambul Kuning Masuk Labuan Bajo; Berkah atau Bencana?

Kakatua Jambul Kuning dalam bahasa Inggris disebut Yellow-crested Cockatoo atau Lesser sulphur-crested Cockatoo adalah burung dari marga cacatua dengan nama ilmiah Cacatua sulphurea. Dalam dua dekade terakhir, burung Kakatua ini begitu sulit ditemui bahkan diperkirakan telah menghilang dari Flores daratan. Data IUCN Redlist tahun 2016 menunjukkan jumlah yang sangat sedikit, diperkirakan ada 40 – 70 ekor di Flores.

Pagi itu matahari bersinar cerah di Pulau Komodo. Musim kemarau sedang menuju puncaknya, awal Agustus 2018.  Saya sedang menyelesaikan hari terakhir memandu program birding selama 13 hari Sumba – Flores. Target terakhir di pulau Komodo adalah Kakatua Jambul Kuning, dan hari ini pengamatan barjalan baik, 8 ekor Kakatua berhasil dibukukan bonus foto – foto yang lumayan.

Peningkatan populasi Kakatua jambul kuning di Pulau Komodo memang cukup menggembirakan. Terdata sebanyak 500 ekor pada tahun 2016, tetapi dalam 3 tahun terakhir rupanya mengalami peningkatan yang cukup besar, tampak dari semakin mudahnya menemukan mereka di Loh Liang. Pada hari itu, cerita tentang kakatua Jambul Kuning ternyata tidak berhenti di Komodo.

Melalui pesan singkat, kami mendapat kabar bahwa sekelompok Kakatua yang berjumlah belasan ekor bermain – main di kawasan Golokoe, Labuan Bajo. Samuel Rabenak yang saat itu berada di kantor kami Flores Exotic Tours Labuan Bajo dan sedang menunggu jadwal Birding ke Mbeliling dikejutkan oleh suara Kakatua dari halaman belakang. Setengah tidak percaya, ia coba mencari tahu sumber suara. Ia mengaku terkejut menyaksikan belasan ekor Kakatua Jambu Kuning bermain – main di ranting – ranting Pohon Kelor (Moringa oleifera).

Sam bergegas mengambil kameranya dan mulai mengabadikan moment langka itu. Puluhan foto dan video berhasil ia buat. Bukan hanya bermain, para gerombolan Kakatua ini juga asyik memakan buah Kelor. Kejadian itu berlangsung labih dari 30 menit. “Mengagumkan!” Kata Samuel menggambarkan perasaannya menyaksikan peristiwa langka itu.

Hari itu rupanya bukan satu – satunya hari di mana Kakatua masuk ke kota Labuan Bajo. Seorang warga di kampung Sernaru mengaku sudah dua kali melihat burung Kakatua di kebun miliknya. Lagi – lagi mereka bermain di pohon Kelor dan Asam (Tamarindus indica). Apakah gerombolan Kakatua ini telah mulai kembali menempati Flores daratan atau mereka datang dari Pulau Komodo atau Rinca hanya untuk mencari makan, semuanya masih misteri. Yang pasti, bahwa Kakatua yang telah pergi kini kembali. Bahagia? Tentu saja!

Kembalinya Kakatua Jambul Kuning ke Flores daratan adalah kabar yang sangat menggembirakan, langka dan positif. Persoalannya, Flores bukan lagi rumah yang ramah bagi mereka. Keberadaan kakatua begitu mudah dideteksi oleh manusia – manusia serakah yang siap mengarahkan moncong senapan untuk membunuhnya dan para penangkap burung liar yang semakin gila melakukan aksinya. Warna bulunya yang putih bersih, suara yang lantang dan selalu hidup berkelompok membuat keberadaannya terancam.

Jika para Kakatua ini berkeliaran di sekitar pwmukiman dalam waktu yang cukup lama, maka habislah riwayat mereka. Kakatua adalah salah satu jenis burung yang sangat sensitif terhadapa semua jenis gangguan. Jika ia merasa terganggu, ia akan pergi dan tidak akan kembali ke tempat yang sama, dalam waktu yang sangat panjang.

Fenomena menghilangnya Kakatua Jambul Kuning dari daratan Flores dalam waktu yang sangat singkat, adalah sebuah bencana ekologis bagi alam Flores dan orang – orang Flores. Sekarang, Kakatua sudah memutuskan kembali ke Flores daratan, entah untuk tinggal atau sekedar mencari makan. Ini juga akan menjadi kesempatan bagi mereka untuk memantau situasi di Flores daratan. Jika aman, mereka akan tinggal dan berkembang biak, dan jika tidak mereka akan pergi, mungkin untuk selama – lamanya.

Semua keputusan ada di tangan ribuan penduduk Flores daratan. Apakah memberikan sambutan yang hangat bagi burung yang cantik ini untuk kembali hidup berdampingan atau menjadi pembunuh dan musuh bagi mereka. Selamat datang Kakatua, maafkan kami kami yang serakah ini!

Kakatua Jambul Kuning

Burung Kakatua Flores

Please follow and like us:
error6
Tweet 20
fb-share-icon20

0 Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *